Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan workshop dengan tema: “Stop Bullying! Kampus Aman Tanpa Perundungan” pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Ruang Promosi Doktor FPBS, Gedung C Lantai 4. Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FPBS UPI sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu perundungan di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ini menghadirkan Hani Yulindrasari, S.Psi., M.GendSt., Ph.D., seorang praktisi psikolog, dosen, sekaligus Ketua SPPIK, sebagai narasumber utama. Acara dibuka dan dipandu oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Rojab Siti Rodliyah, M.Ed., yang menyampaikan pentingnya menciptakan ruang akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Dalam pemaparannya, Hani Yulindrasari menjelaskan bahwa perundungan di universitas merupakan masalah serius yang dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti verbal, sosial, psikologis, fisik, hingga digital. Perilaku ini kerap dipicu oleh budaya senioritas, balas dendam, maupun kecemburuan, dan berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa, penurunan motivasi dan konsentrasi akademik, serta masalah sosial seperti isolasi dan rendahnya kepercayaan diri. Narasumber juga menyoroti pentingnya peran institusi pendidikan tinggi dalam menyediakan kebijakan anti-bullying dan dukungan psikologis bagi korban.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 21 peserta luring, yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2). Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, serta pertanyaan terkait upaya pencegahan perundungan di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, FPBS UPI menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang aman, sehat, dan berkeadilan, sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan mental (SDG 3) serta pendidikan yang inklusif dan berkualitas (SDG 4). Kegiatan ini juga mencerminkan dukungan terhadap visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam pengembangan pendidikan yang berkarakter, humanis, dan berorientasi pada keberlanjutan sosial.