BANDUNG, WPs. - Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Sunda (PBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2023 sukses menyelenggarakan kegiatan pagelaran budaya bertajuk Festival Film “Aksatadharma Production” pada Kamis, 4 Juni 2026. Acara yang dikemas secara kreatif ini dilaksanakan di Auditorium B FPBS UPI sebagai bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) berbasis proyek nyata. Pagelaran sinematik ini dihadiri langsung oleh Ade Sutisna, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah indie movie.
“Di sini kita bisa menyaksikan karya mahasiswa dalam bentuk indie movie. Di ruangan ini karya digelar. Ieu lain panungtungan, tapi mitembeyan. Ini bukan akhir tapi sebuah awalan,” ungkap Ade Sutisna, M.Pd. dalam sambutan hangatnya.
Melalui pernyataan tersebut, beliau menegaskan bahwa festival ini menjadi langkah awal yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam melahirkan karya kreatif. Kalimat wejangan (piwejang) sarat makna itu pun menjadi pemacu semangat yang luar biasa bagi kelompok Aksatadharma dalam menyelesaikan satu tahapan penting perkuliahan mereka.
Rangkaian festival sendiri berjalan dengan sangat lancar dan dinamis saat menampilkan hasil kreativitas para mahasiswa. Kelompok Aksatadharma berhasil merilis empat buah judul film berkualitas dalam waktu persiapan yang cukup singkat. Mengenai proses di balik layar tersebut, M. Aditya Ilyasa selaku perwakilan mahasiswa menjelaskan, “Untuk memenuhi syarat ujian akhir semester, persiapan film ini memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Festival ini telah memproduksi empat film, di antaranya ada yang berjudul Jangji Kamari, Sora, Rusiah, dan Kembang Silihan.”

Menariknya, demi mengejar totalitas cerita agar terasa lebih nyata, tokoh-tokoh dalam film yang dirilis tidak hanya mengandalkan mahasiswa PBS saja, tetapi juga menggandeng talenta dari pihak eksternal. Langkah kolaboratif ini sukses menarik perhatian para apresiator yang hadir memadati ruangan. Penonton yang datang memberikan apresiasi tidak hanya berasal dari internal prodi Pendidikan Bahasa Sunda saja, melainkan juga diramaikan oleh mahasiswa luar prodi hingga pihak eksternal kampus.
Pelaksanaan festival film berbasis praktikum ini tentunya sangat sejalan dengan visi Universitas Pendidikan Indonesia, yakni Leading and Outstanding (Pelopor dan Unggul). Lebih dari sekadar pemenuhan nilai akademis, implementasi perkuliahan nyata ini merupakan cerminan konkrit dari kontribusi dunia akademik terhadap poin Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada poin SDGs Nomor 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Kegiatan festival ini memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengasahan keterampilan teknis maupun kerja sama tim.
Kesuksesan acara ini pun menuai decak kagum serta emosi mendalam dari para penonton yang hadir menyaksikan. “Filmnya seru, dari segi ceritanya juga emang mengalir dari mulai cerita, tempat syuting, backsound dipilihnya sesuai dengan latar belakang yang ada di film. Saya merasa tersentuh oleh film-filmnya, begitupun yang lain bahkan ada yang sampai menangis karena filmnya. Semangat buat akang teteh angkatan 23, selamat telah menyelesaikan mata kuliah indie movie dengan lancar,” ungkap Dhaffina dan Vera, mahasiswi angkatan 2025. Ungkapan testimoni tersebut menjadi penutup yang manis sekaligus membuktikan keberhasilan performa totalitas dari seluruh panitia pelaksana.
Kontributor: Hilal Adha, Haidar Ali Dzulfikar, Dian Hendrayana