Bandung, Juli 2025 – Bandung Kota Cerita: The Literally Literacy Workshop digarap oleh Komunitas Nyarita dan Lingkar Sastra Utara dalam rangka menanggapi program Wali Kota Bandung yakni, Bandung Kota Cerita. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., Ketua Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Dewi “Kenny” Kaniasari, S.Sos., M.A., dan Plt. Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Asmarahadi.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia, Yanty Wirza, M.Pd., M.A., Ph.D., memberikan seminar berjudul “Literasi Masa Kini: Berinteraksi dengan Teks dan Informasi” dalam acara Bandung Kota Cerita: The Literally Literacy Workshop yang diadakan pada tanggal 20 Juli 2025 oleh Komunitas Nyarita dan Lingkar Sastra Utara dengan dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung.
Acara ini dibuka dengan undangan kolaborasi dan komitmen dari Komisi IV DPRD Kota Bandung dan Ketua Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung untuk mengaktivasi komunitas dan akademisi dalam meningkatkan aktivitas literasi Kota Bandung. Dalam program Bandung Kota Cerita, Ibu Dewi “Kenny” Kaniasari mengundang universitas, akademisi, dan komunitas Kota Bandung untuk memperkaya tutur narasi dan tulisan dalam mengabadikan Kota Bandung lewat cerita-cerita warganya.
Dalam seminar “Literasi Masa Kini: Berinteraksi dengan Teks dan Informasi”, Ibu Yanty mengupas pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang serba cepat dan terkoneksi. Ia menjabarkan langkah-langkah efektif untuk menanggapi informasi digital secara kritis agar generasi muda yang tumbuh di era internet dan media sosial tetap dapat mengantisipasi maraknya konten yang mengandung misinformasi dan hoaks. Ia juga membahas bagaimana memanfaatkan generative AI secara etik dan penggunaannya dalam konteks akademik agar tidak mencederai integritas akademik.
“Dalam era literasi digital, kita perlu meningkatkan, bukan menggantikan, proses berpikir dan mengkritisi saat kita menggunakan teknologi digital yang canggih seperti AI,” jelasnya saat mengakhiri sesi seminar.
Kegiatan ini sangat relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin tentang Pendidikan Berkualitas (Goal 4). Kesempatan ini membuka peluang kolaborasi bagi akademisi, universitas, dan komunitas Kota Bandung dengan pemerintah sebagai pemangku kepentingan dalam memperkuat komitmen menyuburkan ekosistem bahasa dan sastra di Kota Bandung.
Komunitas Nyarita merupakan komunitas yang digagas oleh Kirana Anjani Ariella (alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FPBS UPI) dan Rakean Radya Al Barra (alumni Institut Teknologi Bandung) yang bercita-cita untuk menciptakan ekosistem penulis yang ramah pemula di Kota Bandung. Nyarita berharap generasi muda Kota Bandung dapat meningkatkan aktivitas literasinya dan turut memperkaya cerita dan narasi Kota Bandung.
Lingkar Sastra Utara awalnya didirikan untuk menaungi alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Bahasa dan Sastra Inggris FPBS UPI dalam bidang kesusastraan dan kepenulisan. Lingkar Sastra Utara mempublikasikan karya-karya anggotanya dalam zine swaterbit dan rutin mengadakan diskusi karya sastra, baik lisan maupun tulisan.
Sumber media: Dokumentasi panitia