Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UPI Meluluskan 13 Doktor Baru, Perkuat Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

1 September 2025

Promosi Doktor Pendidikan Bahasa Inggris UPI
Promosi Doktor Pendidikan Bahasa Inggris UPI

Bandung, September 2025 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali menorehkan capaian akademik penting dengan meluluskan 13 doktor baru pada semester ganjil 2024/2025. Rangkaian promosi doktor berlangsung sejak 8–31 Agustus 2025 di Kampus UPI Bandung.

Ke-13 lulusan ini menghadirkan penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengajaran bahasa Inggris, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan praktik pendidikan di Indonesia. Topik-topik yang diangkat mencakup metacognitive strategies, task-based language teaching, systemic functional linguistics, translanguaging, multiliteracies pedagogy, refleksi guru, hingga integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran menulis. Fokus ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education, yang menekankan pentingnya akses pendidikan berkualitas, inklusif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.

Sorotan Penelitian Para Doktor Baru

🔹 Dr. Renol Aprico Siregar – mengembangkan strategi metakognitif dalam Task-Based Language Teaching untuk meningkatkan performa berbicara mahasiswa.

🔹 Dr. Suharno – mengeksplorasi strategi teaching presence dalam pembelajaran daring, relevan dengan kebutuhan pendidikan digital.

🔹 Dr. Metty Agustin Primary – menyinergikan TBLT dengan Systemic Functional Linguistics bagi pembelajaran anak di Tasikmalaya.

🔹 Dr. Yulia Hapsari – mengkaji praktik translanguaging di kelas bahasa Inggris perguruan tinggi.

🔹 Dr. Erwin Pohan – meneliti kontribusi TBLT terhadap keterampilan menulis eksposisi mahasiswa di Kepulauan Riau.

🔹 Dr. Irsyad Nugraha – mengembangkan pendekatan genre dalam pengajaran teks multimodal untuk calon guru.

🔹 Dr. Raynesa Noor Emiliasari – menerapkan SFL–Genre Based Approach untuk pengajaran membaca teks multimodal di perguruan tinggi.

🔹 Dr. Ahmad Syairofi – mengintegrasikan Generative Artificial Intelligence dalam Genre-Based Approach untuk pengajaran menulis argumentatif.

🔹 Dr. Elis Homsini Maolida – mengupas refleksi guru penggerak dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.

🔹 Dr. Intan Septia Latifa – mempromosikan kemandirian guru melalui praktik reflektif pada guru bahasa Inggris tingkat menengah.

🔹 Dr. Untari Gunta – menerapkan Learning-by-Design dalam multiliteracies pedagogy untuk meningkatkan literasi kolaboratif.

🔹 Dr. Ahmad Kailani – menganalisis kurikulum bahasa Inggris untuk keperawatan serta kesesuaiannya dengan kebutuhan mahasiswa dan pemangku kepentingan kesehatan.

🔹 Dr. Susilowaty – mengembangkan metacognitive scaffolding guna menumbuhkan critical literacy pada pembelajar remaja.


Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UPI tidak hanya melahirkan doktor baru, tetapi juga pakar pendidikan bahasa yang siap berkontribusi dalam riset global, pengembangan kurikulum, dan peningkatan kualitas pendidikan nasional. Melalui karya ilmiah mereka, UPI memperkuat perannya sebagai universitas pelopor dalam menyediakan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs di tingkat nasional maupun internasional.

(Wawan Gunawan)