Bandung, 4 Januari 2026 - Kelompok Pecinta Lingkungan Hidup (KPLH) Pancaksuji, di bawah naungan BEM Hima Pensatrada FPBS UPI, resmi mengukuhkan dua calon anggota baru melalui kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) pada Minggu (4/1/2026). Pengukuhan tersebut menandai berakhirnya rangkaian diklat mahasiswa Pendidikan Bahasa Sunda FPBS UPI angkatan 2025 sekaligus menjadi simbol keberlanjutan regenerasi pencinta alam di lingkungan himpunan.
Ketua panitia diklat, Dika Fihara, menjelaskan bahwa diklat lapangan yang berlangsung selama dua hari tiga malam tersebut bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar kepecintaalaman sekaligus pembentukan karakter.
Diklat ini bukan hanya soal teknik di alam, tetapi juga proses pembentukan sikap, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan, ujar Dika.
Ia menambahkan bahwa Pancaksuji juga aktif mengembangkan program kebudayaan sebagai bagian dari penguatan wawasan anggotanya.
Selain diklat, Pancaksuji memiliki program Saba Budaya yang mengajak anggota mengunjungi berbagai lokasi yang memiliki nilai budaya, pendidikan, maupun keagamaan, tambahnya.
Pembina Kemahasiswaan Prodi Pendidikan Bahasa Sunda FPBS UPI, Ade Sutisna, turut mengapresiasi pelaksanaan diklat dan pengukuhan calon anggota tersebut. Menurutnya, kegiatan keorganisasian semacam ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa di luar pembelajaran akademik.
Kegiatan diklat seperti ini sangat penting karena menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, ujar Ade Sutisna.
Ia berharap regenerasi yang berjalan melalui diklat ini dapat melahirkan anggota yang berintegritas dan mampu membawa nama baik organisasi maupun program studi.
Melalui proses diklat dan pengukuhan ini, diharapkan lahir anggota Pancaksuji yang tidak hanya tangguh di alam, tetapi juga berkarakter, beretika, serta bertanggung jawab sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Sunda, imbuhnya.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, salah seorang peserta diklat, Radyan Raksa I, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para peserta.
Banyak pengetahuan yang kami peroleh selama diklat, terutama mengenai etika saat beraktivitas di alam terbuka. Kegiatan ini juga menyadarkan kami akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga, tutur Radyan.
Selama diklat, peserta menerima berbagai materi, di antaranya manajemen perjalanan dan perbekalan, teknik tali-temali, pendirian tenda, pengetahuan dasar pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta pemahaman mengenai sikap dan perilaku yang perlu dijaga saat berada di alam terbuka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di depan Gedung Isola UPI Bandung, dilanjutkan dengan kegiatan lapangan di kawasan Bukit Dwirento, Sukawana, Lembang, dan ditutup dengan upacara penutupan kembali di Isola. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta dinyatakan lulus dan resmi dikukuhkan oleh panitia diklat.
Kontributor: Fatimah Azzahra, Dian Hendrayana