Pelatihan keterampilan MC Hima Pensatrada
Pelatihan keterampilan MC Hima Pensatrada

BANDUNG, WPs. - Subbidang Kawanojaan Hima Pensatrada sukses menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan MC pada Jumat, 24 April 2026 di Ruang Budaya lantai 2 Gedung FPBS UPI. Kegiatan akademis interaktif ini diikuti oleh 20 peserta yang telah lolos seleksi Kaparigelan MC dengan menghadirkan pembicara utama ahli di bidangnya. Acara bertujuan meningkatkan kompetensi komunikasi formal maupun informal mahasiswa dalam menghadapi tantangan publik. Rangkaian pelatihan berlangsung lancar dan penuh antusias melalui pembahasan teknik public speaking aplikatif serta manajemen vokal profesional untuk menghasilkan pemandu acara yang berkarakter.

Ibu Shinta Anggraeni, M.Pd. selaku pembicara utama menyampaikan bahwa kemampuan public speaking merupakan keterampilan penting yang perlu terus dilatih secara konsisten oleh mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia menekankan pentingnya penguasaan vokal, intonasi, serta kepercayaan diri saat tampil di depan umum agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. “Kemampuan berbicara di depan publik tidak datang secara instan, tetapi perlu proses latihan yang konsisten,” ujarnya dengan penuh penekanan. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu berani mencoba dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk tampil guna mengikis keraguan serta memperluas kapasitas kepemimpinan diri.

Agaisyta selaku Ketua Subbidang Kawanojaan menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program ini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan organisasi dan individu. “Harapan saya, semoga dengan diadakannya program kerja ini dapat menjadi pemantik semangat sekaligus menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman,” ungkapnya secara visioner. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mencetak mahasiswa yang siap tampil sebagai MC dalam berbagai kesempatan, baik di ruang lingkup universitas maupun dalam skala industri profesional yang lebih luas.

Pelatihan yang berlangsung secara komprehensif ini membahas strategi membangun rasa percaya diri di depan khalayak untuk mengatasi kecemasan panggung (stage fright). Materi meliputi pengaturan intonasi vokal, teknik membuka dan menutup acara yang menarik perhatian penonton, serta kemampuan improvisasi dalam situasi tertentu yang membutuhkan keputusan cepat. Tidak hanya menerima materi teoretis, para peserta juga diberikan kesempatan praktik langsung (roleplay) untuk mengasah keterampilan menjadi MC yang komunikatif, adaptif, tangguh, dan profesional.

Kegiatan ini berkaitan erat dengan implementasi SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana pengayaan materi tidak hanya bertumpu pada aspek kognitif semata. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan keterampilan non-akademik, khususnya dalam bidang komunikasi, agar mampu bersaing di era global serta membangun lingkungan belajar yang adaptif terhadap dinamika zaman.

Hikmah dari kegiatan ini menegaskan pentingnya keberanian, ketekunan, dan konsistensi dalam mengembangkan potensi diri yang tersembunyi. Seperti diungkapkan oleh salah satu peserta yang merasakan dampak langsung dari sesi intensif ini, Sherina Orin, “Setelah mengikuti pelatihan ini, saya menjadi lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum dan termotivasi untuk terus berlatih agar bisa menjadi MC yang profesional.” Pelatihan ini pada akhirnya berhasil merelevansikan kebutuhan akademis dengan keterampilan praktis yang mutlak diperlukan oleh generasi muda saat ini.

Kontributor: Indah Shafira, Dian Hendrayana