Sambada: Ketika Nilai Moral Bertemu Realitas Zaman

17 Januari 2026

Pagelaran Kalangsu Diklat Sambada 2025
Pagelaran Kalangsu Diklat Sambada 2025

Bandung, 17 Januari 2026 - “Sakedok Ulah Kagok, Sapanggung Ulah Pundung!” Sanggar Mahasiswa Basa Sunda (Sambada) sukses menyelenggarakan pagelaran seni tradisional longser sebagai puncak kegiatan Diklat Sambada 2025. Kegiatan ini digelar di Gedung Geugeut Winda, Jumat (17/01/2026).

Pagelaran longser tersebut mengangkat naskah berjudul “Kalangsu” karya Ayi G. Sasmita. Pemilihan naskah ini dinilai relevan dengan realitas pergaulan masa kini serta sarat akan pesan moral.

Naskah ini diangkat karena sesuai dengan realitas pergaulan masa kini. Dalam pementasan ini juga disampaikan pesan dan nasihat, baik kepada penonton maupun para pemain, ujar Anggun Citra Listandi, Pimpinan Produksi yang juga mahasiswa Pendidikan Bahasa Sunda angkatan 2024.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Dr. Haris Santosa Nugraha, S.Pd., M.Pd. Ia mengapresiasi inisiatif Sambada dalam menghadirkan pagelaran longser sebagai media pembelajaran dan pelestarian budaya. Menurutnya, rekomendasi dan dukungan program studi menjadi bagian penting dalam menyukseskan pementasan seni mahasiswa.

Selama pementasan berlangsung, para aktor tampil dengan penghayatan peran dan penguasaan panggung yang matang. Alur cerita disampaikan secara luwes melalui dialog berbahasa Sunda yang komunikatif, diperkaya improvisasi khas longser yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan penonton, sehingga menciptakan suasana pertunjukan yang hidup dan menghibur.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman belajar yang inklusif dan aplikatif di luar ruang kelas. Selain itu, pagelaran ini juga mendukung SDGs 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan, karena berkontribusi dalam upaya pelestarian seni dan budaya lokal.

Menutup kegiatan, Anggun Citra Listandi menyampaikan evaluasi dan harapannya ke depan.

Persiapan ke depan perlu diperkuat, terutama dalam manajemen waktu latihan dan peningkatan kualitas produksi. Selain itu, perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal fakultas, dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas serta jangkauan pementasan seni mahasiswa, ujarnya.

Kontributor: Haidar Ali Dzulfikar, Dian Hendrayana