Tiga mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) dari total 8 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengikuti 2025 Sookmyung UNESCO UNITWIN Advanced Workshop yang diselenggarakan di Sookmyung Women’s University, Seoul, pada 9 hingga 14 November 2025. Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari pelatihan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Bandung dan diinformasikan melalui laman resmi FPBS UPI.
Ketiga mahasiswa tersebut, yaitu Siti Nurhasanah, Dwi Aulia Nisa, dan Dinda Novi Nurjanah, terpilih mengikuti program lanjutan di Korea Selatan setelah berhasil menunjukkan performa terbaik dalam pelatihan awal UNESCO UNITWIN Women in Digital and Entrepreneurship Training (WiDE). Program lanjutan ini dirancang untuk memperdalam kompetensi peserta melalui pengalaman praktik, kolaborasi internasional, dan pendampingan langsung dari akademisi serta praktisi global.
Dalam jalur Entreprenurial Leadership, Siti Nurhasanah dan Dwi Aulia Nisa dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris bersama dengan dua rekan tim lainnya tergabung dalam tim yang mengembangkan proyek kewirausahaan berbasis STEM dengan fokus pada penyusunan business model, pengembangan pitch deck, dan simulasi pertumbuhan startup. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kunjungan ke Seoul Startup Hub, sehingga dapat memahami ekosistem inovasi dan kewirausahaan global secara nyata.
Sementara itu, Dinda Novi Nurjanah dari Prodi S1 Bahasa dan Sastra Inggris beserta tiga rekan tim yang lainnya mengikuti jalur Digital Training on Data Analysis and Visualization, yang berfokus pada penguatan keterampilan teknologi seperti programming, data analysis, deep learning, serta pengembangan proyek teknologi berbasis kecerdasan buatan. Dinda tergabung dalam tim lintas negara bersama peserta dari Vietnam dan Laos, dan mengerjakan proyek final berupa pelatihan autonomous car, yang menjadi sarana pembelajaran kolaboratif sekaligus penerapan konsep digital secara komprehensif.
Siti Nurhasanah menyampaikan bahwa program ini mengubah perspektifnya dalam memandang kewirausahaan. Ia menilai bahwa pelatihan lanjutan ini menekankan pentingnya memulai dari langkah kecil, berani mencoba, serta membangun kolaborasi lintas budaya.
Dwi Aulia Nisa menambahkan bahwa lingkungan belajar yang suportif dan beragam latar belakang peserta memberikan pengalaman bermakna dalam penguatan kepemimpinan perempuan di bidang STEM.
Sementara itu, Dinda Novi Nurjanah mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam proyek digital lintas negara meningkatkan kepercayaan dirinya untuk berkembang di dunia teknologi dan digital.
Partisipasi mahasiswa FPBS UPI dalam program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 5 (Gender Equality), melalui penyediaan pendidikan berkualitas dan pemberdayaan perempuan di bidang digital dan kewirausahaan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung visi dan misi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam bidang pendidikan yang berorientasi global, inovatif, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan tiga mahasiswa FPBS UPI dalam 2025 Sookmyung UNESCO UNITWIN Advanced Workshop diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas individu peserta, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan atmosfer akademik, internasionalisasi, dan penguatan kompetensi global mahasiswa di lingkungan FPBS dan UPI secara umum.