Sawala penulisan artikel ilmiah BEM Hima Pensatrada
Sawala penulisan artikel ilmiah BEM Hima Pensatrada

BANDUNG, WPs. - BEM HIMA PENSATRADA sukses menyelenggarakan kegiatan sawala artikel ilmiah bertajuk “Ngigelan Jaman ku Tulisan: Strategi Nulis Artikel di Era Digital” pada Rabu, 22 April 2026. Acara yang bertempat di Auditorium B Lantai 4 FPBS UPI ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dengan menghadirkan para dosen sebagai narasumber utama. Melalui penyelenggaraan seminar ini, panitia berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan serta kualitas penulisan artikel ilmiah mahasiswa di tengah pesatnya arus digitalisasi.

Apresiasi tinggi datang dari Dr. Haris Santosa Nugraha, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda. Beliau menyampaikan bahwa agenda akademik ini merupakan program kerja yang sangat unggul karena mampu mengolaborasikan peran dosen dan mahasiswa dalam satu visi ilmiah. “Proker ini terbilang proker yang sangat unggul dengan mengolaborasikan antara dosen dan mahasiswa. Pada periode selanjutnya, kegiatan ini disarankan untuk diadakan kembali; ambil baiknya, hilangkan buruknya,” ujar beliau. Melalui penegasan tersebut, pihak prodi sangat mendukung agar kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di masa depan.

Memasuki sesi pematerian, dinamika penulisan karya ilmiah di era modern menjadi sorotan utama. “Di zaman sekarang, pembuatan artikel maupun tugas lainnya dapat dibantu oleh AI,” ungkap Dr. Danan Darajat, S.Pd., M.Pd. selaku salah satu narasumber. Namun, beliau memberikan catatan penting dan menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seharusnya hanya ditempatkan sebagai mitra pendukung, bukan sebagai pusat berpikir utama manusia. Selain membahas AI, beliau juga memaparkan fenomena era globalisasi yang memberikan kemudahan akses sumber bacaan bermutu bagi mahasiswa melalui berbagai aplikasi dan situs digital resmi.

Secara lebih mendalam, seminar ini mengupas tuntas formula penulisan artikel ilmiah yang selaras dengan kaidah akademik yang berlaku. Seluruh peserta dibekali materi esensial yang meliputi pemahaman struktur penulisan, strategi pemilihan sumber referensi yang valid, hingga etika penggunaan teknologi digital. Selama sesi berlangsung, para peserta berulang kali diingatkan agar tetap bijak dalam memanfaatkan teknologi; AI boleh digunakan untuk mempermudah proses penyusunan data, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan peran orisinalitas pemikiran dari penulis itu sendiri.

Di sisi lain, pelaksanaan seminar berbasis literasi ini juga menjadi cerminan konkrit dari kontribusi dunia kampus terhadap capaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui pembekalan yang aplikatif, mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan kecakapan literasi digital dan ketajaman menulis. Kompetensi tersebut dinilai krusial agar generasi muda mampu bersaing di kancah global sekaligus menciptakan ekosistem belajar yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Sebagai akhir dari rangkaian acara, sawala ini berhasil meninggalkan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan ketajaman logika manusia. Prinsip tersebut dirasakan langsung oleh Destiani, salah satu mahasiswi peserta seminar. “Setelah saya mengikuti kegiatan ini, saya jadi memahami cara menulis karya ilmiah yang benar sekaligus memanfaatkan AI secara tepat untuk menunjang penulisan,” akunya dengan antusias. Ungkapan testimoni tersebut menjadi penutup yang manis sekaligus membuktikan keberhasilan performa totalitas dari seluruh panitia pelaksana.

Kontributor: Haidar Ali Dzulfikar, Dian Hendrayana